New Post: Keadilan dan Kesetaraan Gender: Menelusuri Perspektif Ulama Modern dalam Hukum Keluarga Islam Read

Keadilan dan Kesetaraan Gender: Menelusuri Perspektif Ulama Modern dalam Hukum Keluarga Islam

Temukan pandangan ulama modern tentang ekuitas gender dalam hukum keluarga Islam. Artikel ini mengulas keadilan di balik aturan poligami, hak cerai, kesaksian, dan warisan yang mengedepankan prinsip keadilan proporsional bagi pria dan wanita.
17 mins Read
Keadilan dan Kesetaraan Gender: Menelusuri Perspektif Ulama Modern dalam Hukum Keluarga Islam
Content Created with the help of AI
Daftar Isi

Isu kesetaraan gender telah menjadi pusat perhatian global dalam beberapa dekade terakhir, sering kali memicu perdebatan sengit antara nilai-nilai tradisional dan tuntutan modernitas. Di satu sisi, dunia Barat mengusung konsep kesetaraan mutlak di mana pria dan wanita dianggap sama dalam segala aspek tanpa perbedaan sedikit pun. Di sisi lain, ajaran Islam menawarkan perspektif yang sering kali disalahpahami oleh gerakan feminis arus utama sebagai bentuk diskriminasi atau sikap anti-kesetaraan. Namun, jika kita menyelami lebih dalam pemikiran para ulama modern dan kontemporer, kita akan menemukan bahwa Islam sebenarnya tidak menolak prinsip keadilan; Islam justru menawarkan konsep ekuitas (equity) atau keadilan proporsional yang berakar pada realitas kodrat manusia.

Memahami Perbedaan: Kesetaraan vs. Ekuitas

Penting bagi kita untuk membedakan antara "kesetaraan" yang berarti kesamaan identik (equality) dan "ekuitas" yang berarti keadilan dalam distribusi (equity). Dalam pandangan Islam, meskipun pria dan wanita memiliki derajat yang sama sebagai ciptaan Tuhan, mereka diciptakan dengan kecenderungan alami dan peran yang berbeda. Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Āli-Imrān ayat 36, "laki-laki tidaklah sama dengan perempuan".

Tokoh-tokoh seperti Muhammad Iqbal dan Al-Ghazali menekankan bahwa perbedaan ini bukanlah bentuk subordinasi, melainkan pembagian peran yang saling melengkapi. Iqbal menolak mentah-mentah peniruan buta terhadap konsep kesetaraan ala Eropa yang mengabaikan tugas-tugas alamiah setiap gender. Baginya, setiap individu memiliki potensi ego yang unik, dan keadilan sejati tercapai ketika sumber daya dialokasikan sesuai dengan kebutuhan dan tanggung jawab spesifik masing-masing, bukan sekadar memberikan jumlah yang sama kepada semua orang.

Kepemimpinan dalam Keluarga: Tanggung Jawab, Bukan Kekuasaan

Salah satu poin yang paling sering memicu kontroversi adalah konsep qiwāmah atau kepemimpinan laki-laki dalam keluarga sebagaimana disebutkan dalam Surah An-Nisā’ ayat 34. Ulama modern seperti Muhammad Abduh mencoba memberikan interpretasi yang lebih segar terhadap konsep ini. Abduh menolak pandangan tradisional yang menganggap qiwāmah sebagai bentuk penindasan atau kontrol mutlak. Baginya, keluarga adalah lembaga sosial yang membutuhkan seorang "kapten" untuk mengelola urusan luar dan memberikan perlindungan.

Kepemimpinan ini lebih bersifat fungsional daripada hierarkis. Jika pria diibaratkan sebagai "kepala" yang bertanggung jawab atas urusan eksternal dan nafkah, maka wanita adalah "tubuh" atau jantung yang mengelola kedamaian internal rumah tangga. Ulama kontemporer seperti Assim al-Hakeem dan Ahmad al-Tayeb menegaskan bahwa meskipun suami memiliki kata putus dalam urusan manajemen keluarga, hal ini tetap harus dilakukan melalui proses konsultasi dan kerja sama dengan istri. Keadilan dalam rumah tangga tercapai ketika setiap pihak menjalankan perannya sesuai kapasitas; membebani wanita dengan tugas mencari nafkah yang berat di luar rumah sementara ia juga harus mengandung dan menyusui dianggap sebagai bentuk ketidakadilan oleh Islam.

Poligami: Antara Solusi Sosial dan Prinsip Monogami

Topik poligami sering kali menjadi batu sandi dalam dialog tentang hak-hak perempuan. Namun, para ulama modern seperti Quraish Shihab dan Muhammad Abduh menegaskan bahwa prinsip dasar perkawinan dalam Islam sebenarnya adalah monogami. Poligami bukan merupakan sebuah kewajiban, melainkan sebuah pintu darurat atau izin bersyarat yang hanya boleh dibuka dalam situasi mendesak, seperti krisis populasi pasca-perang atau kondisi medis tertentu seperti ketidaksuburan.

Keadilan adalah syarat mutlak yang sangat sulit dipenuhi dalam poligami. Abduh bahkan berpendapat bahwa karena manusia secara alamiah hampir mustahil untuk bersikap adil sepenuhnya dalam hal cinta dan kasih sayang (sebagaimana diisyaratkan dalam Surah An-Nisā’ ayat 129), maka poligami pada dasarnya harus dihindari karena berpotensi merusak keharmonisan keluarga. Dengan demikian, izin poligami dalam Islam lebih berfungsi sebagai solusi sosial untuk melindungi janda dan yatim piatu di masa krisis daripada sekadar pemuasan keinginan pria.

Hak Perceraian: Keseimbangan antara Talāq dan Khul’

Terdapat persepsi umum bahwa hanya pria yang memiliki hak untuk mengakhiri pernikahan. Namun, hukum Islam memberikan mekanisme yang seimbang bagi kedua belah pihak. Pria memiliki hak talāq, namun hak ini dibatasi oleh aturan yang ketat dan prosedur rekonsiliasi yang panjang. Islam memandang perceraian sebagai perbuatan halal yang paling dibenci Allah, sehingga segala upaya perdamaian harus ditempuh terlebih dahulu.

Di sisi lain, wanita memiliki hak khul’ atau cerai gugat. Melalui mekanisme ini, seorang istri dapat meminta pembubaran pernikahan jika ia merasa tidak lagi bisa hidup bersama suaminya, biasanya dengan mengembalikan mahar sebagai bentuk kompensasi atas beban finansial yang telah dikeluarkan suami. Selain itu, wanita juga dapat mengajukan pembatalan nikah melalui hakim (qāḍi) jika terdapat alasan kuat seperti pengabaian nafkah, kekerasan, atau penyakit menular. Perbedaan metode ini mencerminkan prinsip ekuitas: pria memikul beban finansial penuh dalam pernikahan, sehingga keputusan talāq mengharuskan mereka mempertimbangkan konsekuensi ekonomi secara matang.

Kesaksian dan Warisan: Keadilan di Atas Timbangan Finansial

Perbedaan jumlah saksi dan bagian warisan sering kali dianggap sebagai bukti bahwa Islam merendahkan intelektualitas atau nilai kemanusiaan wanita. Namun, ulama seperti Ibn Qudamah dan Muhammad Asad memberikan penjelasan yang lebih kontekstual. Mengenai saksi, ayat yang menyebutkan dua wanita setara dengan satu pria (Surah Al-Baqarah ayat 282) secara spesifik berkaitan dengan transaksi keuangan di masa ketika wanita jarang terlibat dalam aktivitas komersial. Dalam banyak urusan lain, seperti masalah kelahiran atau isu-isu yang hanya diketahui oleh wanita, kesaksian seorang wanita saja sudah cukup dan sah di mata hukum.

Demikian pula dalam hal warisan, di mana pria mendapatkan dua bagian sementara wanita satu bagian. Para ulama seperti Yusuf al-Qardhawi dan Ali Gomaa menjelaskan bahwa pembagian ini bukan didasarkan pada gender, melainkan pada beban finansial. Dalam sistem keluarga Islam, pria wajib memberikan mahar, menanggung seluruh nafkah istri dan anak, serta membantu kerabatnya yang membutuhkan. Sebaliknya, wanita berhak memiliki harta sepenuhnya tanpa kewajiban membelanjakannya untuk keluarga; harta warisan wanita adalah tabungan pribadinya. Jika tanggung jawab keuangan ini dihilangkan, maka perbedaan pembagian warisan pun tidak lagi relevan dalam beberapa kasus tertentu di mana wanita justru bisa mendapatkan bagian yang sama atau lebih besar dari pria.

Menuju Kesetaraan yang Adil

Melalui telaah terhadap pandangan ulama modern, kita dapat menyimpulkan bahwa Islam tidak melihat pria dan wanita dalam persaingan untuk menjadi identik, melainkan dalam kemitraan untuk saling melengkapi. Klaim kesetaraan mutlak yang mengabaikan perbedaan biologis dan psikologis dianggap tidak realistis. Islam memilih jalan tengah melalui prinsip ekuitas: memberikan hak dan kewajiban yang berbeda namun setara dalam nilai kemanusiaan dan keadilan.

Pada akhirnya, tujuan utama dari seluruh hukum keluarga Islam adalah tegaknya keadilan ('adālah). Dengan memahami hikmah di balik perbedaan-perbedaan tersebut, kita dapat melihat bahwa Islam justru sangat memuliakan wanita dengan cara melindunginya dari beban yang melampaui kapasitasnya, sambil tetap menjamin kemandirian hukum dan martabatnya sebagai individu yang utuh. Kesetaraan yang adil di dunia hanya dapat dicapai melalui pemahaman yang mendalam dan pengamalan doktrin Islam secara komprehensif.

Daftar Pustaka

‘Alwani, Taha J. Al. “The Testimony of Women in Islamic Law.” American Journal of Islam and Society 13, no. 2 (1996): 173–96. https://doi.org/10.35632/ajis.v13i2.2329.

‘Utmāni, ‘Umar Aḥmad. Fiqh al-Qur’ān. Karachi: Idārah al-Fikr al-Islāmī, 1981.

Abdulhamid, R. “Feminism and the Rights of Muslim Women in Modern Legal Interpretations.” European Journal of Business and Innovation Research 4, no. 2 (2016): 36–60. https://eajournals.org/ejbir/vol-4-issue-2-april-2016/feminism-and-the-rights-of-muslim-women-in-modern-legal-interpretations/.

Adeel, G. H. “Status of Women in Islam.” al-Islam.org, 2010. https://www.al-islam.org/message-thaqalayn/vol-11-no-1-spring-2010/status-women-islam-critical-analysis/status-women-islam.

Adisti, Aprilian Ria. “Reviving the Spirit of Gender Equality: Fatayat Nahdlatul Ulama between Idealism and Realization.” Journal of Nahdlatul Ulama Studies 2, no. 1 (2021): 17–33. https://doi.org/10.35672/jnus.v2i1.24.

Admin of Islam Online. “Wisdom behind the Differences in Inheritance between Men and Women.” Islam Online, n.d. https://fiqh.islamonline.net/en/wisdom-behind-the-difference-in-inheritance-between-men-and-women/.

Ahmad, N., and M. H. Ishak. “Gender Equality from the Quranic Perspective.” In The 6th International Prophetic Heritage Conference (SWAN), 129–135, 2018.

Ahram Online Admin. “Egypt’s Al-Azhar’s Grand Imam Says Islamic Inheritance Law Is ’not up for Reinterpretation.” Ahram Online, August 21, 2017. https://english.ahram.org.eg/NewsContent/1/64/275762/Egypt/Politics-/AlAzhars-grand-imam-says-Islamic-inheritance-law-i.aspx.

Ali, Manzoor, Asad Raza Talpur, and Jalil Ahmed. “Concept of Gender Equity: An Islamic Perspective.” Al-Qamar 5, no. 3 (2022): 177–186. https://alqamarjournal.com/index.php/alqamar/article/view/1297.

Ali, Sayyid Mumtaz. Huqūq al-Niswan. Lahore: Dār al-Isha’iat, 1898.

Anas, M. S. M. Thatkala Islamiya Cinthanai: Islathil Navvenathuwa Vadhamum Puthiyurpu Vadhamum (Contemporary Islamic Thought: Modernism and Revivalism in Islam). Peradeniya: Cultural Study Circle, 2001.

Anshori, Anshori. “Kesaksian Wanita dalam Pandangan Ulama Tafsir.” Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah 13, no. 2 (2013): 295–302. https://doi.org/10.15408/ajis.v13i2.942.

Aoyagi, Kaoru. “Al-Ghazālī and Marriage from the Viewpoint of Sufism.” Orient 40 (2005): 124–39. https://doi.org/10.5356/orient.40.124.

Aziz, Erwati, Irwan Abdullah, and Zaenuddin H. Prasojo. “Why are Women Subordinated? The Misrepresentation of the Qur’an in Indonesian Discourse and Practice.” Journal of International Women’s Studies 21, no. 26 (2020): 238–251. https://vc.bridgew.edu/jiws/vol21/iss6/14/.

Azmi, Amylia Fuziana, Nik Salida Suhaila Nik Saleh, and Mohamad Zaharuddin Zakaria. “Hibah as Alternative to Resolve Inheritance Issue among New Muslim Converts (Muallaf) in Malaysia: An Analysis.” Islamiyyat 44, no. 1 (2022): 81–87. https://doi.org/10.17576/islamiyyat-2022-4401-7.

Begum, Mohamed Sulthan Ismiya, Indriaty Ismail, and Zul’ Azmi Yaakob. “The Concept of Gender Equality and Equity: An Islamic View.” International Journal of Religion, Arts and Humanities, no. 2 (2023): 103–115.

al-Bukhāri, Abū Abdillāh bin Ismāīl bin Ibrāhīm. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Mesir: ‘Ibād al-Raḥmān, 2008.

Chishti, Muhammad Naeem-ul-Haq. “Gender Equality: Human Rights v. Islam.” Pakistan Perspectives 17, no. 1 (2012): 109–29. https://journal.psc.edu.pk/index.php/pp/article/view/204.

Cholil, Mufidah. “Complexities in Dealing with Gender Inequality: Muslim Women and Mosque-based Social Services in East Java Indonesia.” Journal of Indonesian Islam 11, no. 2 (2017): 459–88. https://doi.org/10.15642/JIIS.2017.11.2.459-488.

DH Admin. “Gender Equality un-Islamic, Says Muslim Leader.” deccanherald.com, 2015. https://www.deccanherald.com/india/gender-equality-un-islamic-says-2163017.

Dogarawa, Ahmad Bello. “Marriage and Divorce in Islam.” The NTA/FRCN Ramadan Annual Lecture Series 1430, 2009. https://mpra.ub.uni-muenchen.de/23194/.

Doi, Abdur Rahman. Women in Shari’ah (Islamic Law). 4th ed. Kuala Lumpur: A. S. Nordeen, 1992.

Eijaz, Abida, and Rana Eijaz Ahmed. “Discourses of Feminism in the Perspective of Allama Iqbal and the West.” Canadian Social Science 7, no. 5 (2011): 190–197. https://doi.org/10.3968/J.css.1923669720110705.410.

Elias, Abu Amina. “Equality and Equity in Islam,” 2018. https://www.abuaminaelias.com/equalityand-equity-in-Islam/.

Emam, Amr. “Al-Azhar Grand Imam Sparks Polygamy Rethink.” The Arab Weekly, March 10, 2019. https://thearabweekly.com/al-azhar-grand-imam-sparks-polygamy-rethink.

Engineer, Asghar Ali. The Qur’an Women and Modern Society. 2nd ed. Berkshire: New Dawn Press, 2005. https://csss-isla.com/wp-content/uploads/2019/07/The-Quran-Women-and-Modern-society.pdf.

Ferdaus, Jannatul. “Rights of Maintenance of a Muslim Wife under Islamic Law: A Legal Analysis.” Bangladesh Journal of Integrated Thoughts 13, no. 20 (2020): 23–36. https://doi.org/10.52805/bjit.v13i20.174.

Firdous, M. B. M., M. Y. M. Suheera, and M. C. S. Shadifa. “Islathil Palatharathirumanam Oru Panmuha Nokku.” In Islamiya Noukkil Paalnilai Samathuvam Matrum Samaneedthi, edited by M. C. Rasmin and H. S. Issadeen. Colombo: Media Forum for the Development of Sri Lanka, 2015.

Firdous, R. “Polygamy in Islam A Study on the Modernist Approach,” n.d. https://irigs.iiu.edu.pk.

Galloway, Sonia D. “The Impact of Islam as a Religion and Muslim Women on Gender Equality: A Phenomenological Research Study.” Doctoral Thesis. Nova Southeastern University, 2014.

García, Paola. “Iqbal’s Philosophy of the Khudi as a Tool for Women’s Empowerment.” Bahria Research Journal on Iqbal Studies (BRJIS) 1, no. 1 (2022): 1–16. https://brjis.bahria.edu.pk/index.php/ojs/article/view/6.

Gazzali, M. A. Fiqh Thurayinarukkum Hadeeth Thurayinarukkum Mathiyil Nabihalarin Sunnah [Sunnah of Prophet among the Scholars of Fiqh and Hadith]. Edited by M. F. Z. Hussain. Puttalam: Knowledge Seeker, 2011.

Gomaa, Ali. “The Islamic View on Female Circumcision.” African Journal of Urology 19, no. 3 (2013): 123–26. https://doi.org/10.1016/j.afju.2013.02.007.

al-Hakeem, Assim. “Are Men and Women Equal in Islam?” YouTube, 2021. https://www.youtube.com/watch?v=pOTUQISsLg8.

———. “Are Women Allowed to Work in Islam? Why Is Everything Haram or Prohibited in Islam?” YouTube, 2021. https://www.youtube.com/watch?v=wyKz-6mUasM.

———. “Valid Reasons under Which a Wife Can Ask Her Husband for Divorce/Khula in Islam.” YouTube, 2022.

Hamisan@Khair, Nur Saadah, Khadijah Muda, Norzulaili Mohd Ghazali, and Suraya Sintang. “Evaluating the Concept of Gender Equality in the Islamic Perspective and SDG: An Analysis.” Rabbanica: Jurnal Ilmu Wahyu 2, no. 2 (2021): 149–166. https://ejournals.kias.edu.my/index.php/rabbanica/article/view/199.

Harhash, Nadia. Debating Gender: A Study of Medieval and Contemporary Discussion in Islam. Ramallah: Al Nasher Technical Services, 2023.

Harnides, Harnides, Syahrizal Abbas, and Khairuddin Hasballah. “Gender Justice in Inheritance Distribution Practices in South Aceh, Indonesia.” Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam 7, no. 2 (2023): 1293. https://doi.org/10.22373/sjhk.v7i2.16688.

Hossain, Jinat, and Ishtiaq Jamil. “Equality in Contention: Exploring the Debates of Gender-Equal Inheritance Rights in Bangladesh.” Public Administration and Policy 25, no. 3 (2022): 323–35. https://doi.org/10.1108/PAP-08-2021-0049.

Ibrahim, Nasrin Muhammadu, Mohamed Sultan Ismiya Begum, Iqbal Saujan, and Ahamed Sarjoon Razik. “The Challenges Faced by Muslim Women in Pursuing Postgraduate Studies.” Islamiyyat 44, no. 2 (2022): 149–57. https://doi.org/10.17576/islamiyyat-2022-4402-11.

Ichwan, Moh. Nor, and Faizal Amin. “Quraish Shihab’s Interpretation of Gender Equality in Tafsir Al-Misbah.” Humanisma: Journal of Gender Studies 6, no. 1 (2022): 57–71. https://doi.org/10.30983/humanisme.v6i1.5406.

Islam, Muhammad Zahirul. “Concept of Gender Equality in Islam,” 2019.

Ismail, Indriaty, Nuramalina Huda Yahya, and Faiz Hadi Sanadi. “Analysis on Gender Equality in Norharyati Kaprawi’s Works.” International Journal of Islamic Thought 17, no. 1 (2020): 53–65. https://doi.org/10.24035/ijit.17.2020.169.

Jabir, A. S. “Islathil Pennukkulla Porulathara Urimaihal.” In Islamiya Noukkil Paalnilai Samathuvam Matrum Samaneedthi, edited by M. C. Rasmin and H. S. Issadeen, 90–96, 2015.

Jahan, Rownok, Akram Uddin, Noor Mohammad Osmani, and Kabuye Uthman Sulaiman. “The Role of Women in Achieving Sustainable Development Goals (SDGs) In Islam: An Analysis of Gender Equality and Women Empowerment in the Modern World.” Al-Burhān: Journal of Qurʾān and Sunnah Studies 7, no. 2 (2023): 110–24. https://doi.org/10.31436/alburhn.v7i2.329.

al-Juhanī, Khālid bin Maḥmūd bin ‘Abd al-‘Azīz. “Musāwatu al-Mar’ah al-Rajul fī ’l-Mīrāth [Equality of Women and Men Inheritance].” alukah.net, February 5, 2022. https://www.alukah.net/sharia/0/152676/.

Kamis, M. H., and N. Ismail. “Feminist Themes in Nawal el Saadawi’s Novels.” Islamiyyat 37, no. 2 (2015): 107–112. https://doi.org/10.17576/islamiyyat-2015-3702-02.

Kareem, A. “Sevappankeettin Niyayangalum Pennin Varisurimay Neediyum.” Islamiya Sinthanai (Islamic Thought), 2011.

al-Khaleej Admin. “Al-Mīrāth fī ’l-Islām lā-Yaḥkumuhu Mi’yāru al-Dhukūrah wa ’l-Unūthah [Inheritance in Islam Is Not Governed by the Criterion of Masculinity and Femininity].” Www.Alkhaleej.Ae, May 29, 2008. https://www.alkhaleej.ae/.

Khreegi, Yusra. “Women in the Writings of Muhammad ‘Abduh." [Ph.D Thesis]. School of Oriental & African Studies, University of London, 2014.

Ma’unah, Siti Nikhayatul. “The Concept of Gender Justice from the Perspective of Indonesian Women Ulama.” Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial 2, no. 1 (2021): 65–76. https://doi.org/10.35878/santri.v2i1.284.

Mahamid, Hatim Muhammad, and Younis Fareed Abu Alhaija. “Muslim Scholars (ʿUlamāʾ) as Educational Leadership in Medieval Islamic History.” International Journal of Social Science and Human Research 6, no. 7 (2023): 4317–4324. https://doi.org/10.47191/ijsshr/v6-i7-57.

al-Maqdisī, Imām Aḥmad ibn Qudāmah. The Refinement of Character: A Textbook on the Ethics of Good Character. Birmingham: Dār as-Sunnah Publishers, 2019.

Mazahir, S. M. M. “Parapatcham Kaattiyulladha? [Is It Biased?].” Islamiya Sinthanai (Islamic Thought), 2013.

———. Pen Khalihal Niyamanamum Ilankayil Adan Amulakkathitkana Parinthurayum. Edited by S. M. M. Ayoob. Penniyamum Moliyum, Sri Lanka: Puthi Jeevithuva Urayadalhal, 2020.

Minault, Gail. “Sayyid Mumtaz Ali and ‘Huquq Un-Niswan’: An Advocate of Women’s Rights in Islam in the Late Nineteenth Century.” Modern Asian Studies 24, no. 1 (1990): 147–72. https://doi.org/10.1017/S0026749X00001190.

Mohamed, Sameh Abdel Salam. “Mauqif al-Sharī’ah al-Islāmiyyah min Qaḍiyyah al-Musāwāh bayn ’l-Rajul wa ’l-Mar’ah [the Position of Islamic Law on the Issue of Equality between Men and Women],” 2012. https://www.alukah.net/sharia/0/37371/.

Mohammed, Abdulrahman. “Ali Gomma Responds to the Suspicion of Women’s Injustice in Inheritance,” 2023.

Muhammed-Mikaaeel, Ahmed Abiodun. “Legal Implication of Quran Chapter 4 Verse 3 on Muslims’ Marital Affairs.” Jurnal Hukum Novelty 12, no. 2 (2021): 204–224. https://journal.uad.ac.id/index.php/Novelty/article/view/20633.

Muḥliṣ, ’Abdullāh. “Dr. Emmārah: Hādhihi hiya Falsafat al-Islām fī ’l-Irthi lā Kamā Yadda’ī al-Ladhīna lā Ya’lamūna [This is the Philosophy of Islam Regarding Inheritance, Not as those who Do Not Know Claim].” Howiyapress.Com, May 11, 2017. https://howiyapress.com/.

Mutiullah, Muhammad Yaufi Nur. “Reinterpretation Meaning of Qiwama in Surah an-Nisa’verse 34 Perspective Hermeneutics of Khaled M. Abou el-Fadl.” Prosiding Konferensi Gender dan Gerakan Sosial 1, no. 1 (2022): 193–209. https://proceedings.radenfatah.ac.id/index.php/kggs/article/view/235.

Nisa, Eva F. “Women and Islamic Movements.” In Handbook of Islamic Sects and Movements, edited by M.A.U.C.M. Cusack, 21:151–75. Brilll, 2021. https://doi.org/10.1163/9789004435544_010.

Nurdin, Nurdin. “"Gender Equality” Revisited: Deconstruction of Islamic Thought Towards Gender Equality.” Fitua: Jurnal Studi Islam 3, no. 1 (2022): 12–24. https://doi.org/10.47625/fitua.v3i1.341.

Nusri, M., and M. B. M. Firdous. “Islamiya Vivaharathum Pennurumayum.” In Islamiya Noukkil Paalnilai Samathuvam Matrum Samaneedhi, edited by M. C. Rasmin and H. S. Issadeen. Colombo: Media Forum for the Development of Sri Lanka, 2015.

Okon, Etim E. “The Status of Woman in Islam.” IOSR Journal of Humanities and Social Science (IOSR-JHSS) 10, no. 2 (2013): 21–27. /https://www.iosrjournals.org/iosr-jhss/papers/Vol10-issue2/C01022127.pdf?id=6205.

Oktavia, Tri Winda, Firyal Iftikhar Cikalkinanty, and Agus Fakhruddin. “Patriarchy Culture in Gender Equality Concept: Islamic Perspective.” Al-Mada: Jurnal Agama Sosisal Dan Budaya 5, no. 1 (2022): 81–93. https://e-journal.uac.ac.id/index.php/almada/article/view/2010.

Osmani, Noor Mohammad. “Ghulam Ahmad Parvez on Issues Concerning Women: A Critical Analysis.” International Journal of Islamic Thoughts 1, no. 1 (2012): 35–48. https://ijits.net/ojs3/index.php/ijits/article/view/4?__im-ogxAzLOv=3101778095176089526.

Othman, A. A. R., and W. M. Y. Wan. Islam and Polygamy. Sisters in Islam, 2019. https://sistersinislam.org/wp-content/uploads/2019/10/Islam-and-polygamy.pdf.

Othman, Faisal Hj. “How Muslim Women Have Been Misunderstood by Muslims.” Islamiyyat: Jurnal Antarabangsa Pengajian Islam 11 (1990): 25–38.

Pertiwi, Fathimah Dayaning, A Sudrajat, D Kumalasari, Heri Retnawati, S P Waspada, S K Dossayeva, and G K Kassymova. “Gender Equality in Faminism.” The Bulletin 5, no. 381 (2019): 112–21. https://doi.org/10.32014/2019.2518-1467.130.

Qahramonovna, Sayfullayeva Dilfuza. “Al-Ghazali about the Role and Value of a Woman in Building the Family.” Proceeding of The ICECRS: International Conference on World Science and Education. Case of Asia 4 (2019).

al-Qarḍāwī, Yūsuf. “Ḥikmah al-Tafāḍul fī ’l-Mīrāth bayn al-Rajul wa ’l-Mar’at [the Wisdom of Inheritance Differentiation between Men and Women],” n.d. https://fiqh.islamonline.net/.

Qazi, Muhammad Salman, and Burhan ud Din. “Islamic Concept of Gender Equality: Origins and Signs.” Al-Qawārīr 1, no. 3 (2020): 1–11. https://journal.al-qawarir.com/index.php/alqawarir/article/view/61.

Qudama, Ibnu. “Testinomy: Female Testinomy Alone.” Jusu 10 (2010): 137.

Quṭub, Sayyid. Fī Ẓilāl al-Qur’ān. 1st ed. Kairo: Dār al-Shurūq, 1412.

Saifee, Aziz-ur-Rehman, A. G. Baloach, Sohaib Sultan, and Ibrahim Khalid. “Status, Identity, and Privileges of Women in Islam.” European Journal of Social Sciences 30, no. 1 (2012): 146–154.

Saiful, T., Yaswirman, Yuslim, and Azmi Fendri. “Gender Equality Perspective and Women Position in Islam.” In Proceedings of the International Conference on Law, Governance and Islamic Society (ICOLGIS 2019). Paris, France: Atlantis Press, 2020. https://doi.org/10.2991/assehr.k.200306.212.

Sajo, and A. Muhammad. “An Islamic Perspective on Gender Equality Controversy in Nigeria.” African Scholar Journal of Humanities and Social Sciences 15, no. 6 (2019): 27–34.

Saujan, I., and A. S. Razick. “Awareness of Environmental Protection amongst Muslims in Ampara District.” Islamiyyat 43, no. 2 (2021): 27–37. https://doi.org/10.17576/islamiyyat-2021-4302-03.

Sidani, Yusuf. “Women, Work, and Islam in Arab Societies.” Women in Management Review 20, no. 7 (2005): 498–512. https://doi.org/10.1108/09649420510624738.

al-Sijistānī, Abū Dāwud Sulaimān bin al-Asy’aṡ. Sunan Abī Dāwud. Beirut: Dār al-Kitāb al-‘Arabī, n.d.

Siregar, Edi Sahputra. “The Views of NU Ulama in Medan about Polygamy.” Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences 3, no. 3 (2020): 2551–59. https://doi.org/10.33258/birci.v3i3.1242.

Supriyadi, Tedi, J. Julia, and Endis Firdaus. “The Problems of Gender Equality: A Reconstruction of Islamic Doctrine.” Journal of Social Studies Education Research 10, no. 2 (2019): 91–110. https://jsser.org/index.php/jsser/article/view/698.

Syarif, F. “The Contextual Interpretation of Polygamy Verses in the Qur’an.” Journal of Islamic Studies and Humanities 5, no. 1 (n.d.). https://doi.org/10.21580/jish.v5i1.5212.

Tahir, Ali Raza. “Status of Women in Allama Muhammad Iqbal’s Thought”.” Al-Hikmat: A Journal of Philosophy 39 (2019): 97–109. https://pu.edu.pk/images/journal/phill/pdf_files/8_v39_19.pdf.

Trisnawati, Trisnawati. “Justice In Islam on Gender Issues (The Study of Discourse on Polygamy Regulation in Pamekasan Regency).” Islamuna: Jurnal Studi Islam 3, no. 2 (2016): 259–80. https://doi.org/10.19105/islamuna.v3i2.1155.

Werdiningsih, Wilis, and Ahmad Natsir. “Gender Equality and Equity with Mubadalah Concept and Its Implementation in Islamic Education.” Addin 14, no. 2 (2020): 305. https://doi.org/10.21043/addin.v14i2.7179.

Zainol, Nur Zainatul Nadra, Latifah Abd Majid, and Muhd Najib Abdul Kadir. “Nasr Hamid Abu Zayd as a Modern Muslim Thinker.” International Journal of Islamic Thought 5, no. 1 (2014): 62–70. https://doi.org/10.24035/ijit.05.2014.008.

About Us

Platform yang menawarkan artikel dengan pemikiran filosofis mendalam, koleksi ebook eksklusif dan legal, serta layanan penyelesaian tugas kuliah dan sekolah yang terpercaya.

comments

🌟 Attention, Valued Community Members! 🌟

We're delighted to have you engage in our vibrant discussions. To ensure a respectful and inclusive environment for everyone, we kindly request your cooperation with the following guidelines:

1. Respect Privacy: Please refrain from sharing sensitive or private information in your comments.

2. Spread Positivity: We uphold a zero-tolerance policy towards hate speech or abusive language. Let's keep our conversations respectful and friendly.

3. Language of Choice: Feel free to express yourself in either English or Hindi. These two languages will help us maintain clear and coherent discussions.

4. Respect Diversity: To foster an inclusive atmosphere, we kindly request that you avoid discussing religious matters in your comments.

Remember, your contributions are valued, and we appreciate your commitment to making our community a welcoming place for everyone. Let's continue to learn and grow together through constructive and respectful discussions.

Thank you for being a part of our vibrant community! 🌟
Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.