Membangun Jembatan Toleransi: Mengintegrasikan Nilai Multikultural dalam Pendidikan Agama Islam

Temukan bagaimana integrasi nilai multikultural dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat memperkuat toleransi, inklusivitas, dan harmoni sosial di sekolah Indonesia guna menghadapi tantangan eksklusivisme beragama secara efektif.

Indonesia sering kali diibaratkan sebagai permadani raksasa yang ditenun dari ribuan benang perbedaan, mulai dari suku, bahasa, hingga agama. Namun, keindahan keberagaman ini kerap kali diuji oleh tantangan eksklusivisme dan intoleransi yang masih membayangi kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks pendidikan, Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran yang sangat strategis. Alih-alih hanya menjadi pengajaran dogma, PAI memiliki potensi besar untuk menjadi fondasi utama dalam membangun karakter siswa yang inklusif dan menghargai perbedaan. Artikel ini akan mengupas bagaimana integrasi nilai-nilai multikultural dalam pendidikan agama dapat menjadi kunci dalam merawat harmoni sosial di sekolah dan masyarakat.

Menata Ulang Makna Toleransi dalam Pendidikan

Secara mendasar, toleransi dalam tatanan sosial dan keagamaan bukan sekadar sikap membiarkan orang lain ada, melainkan tindakan nyata untuk mencegah diskriminasi terhadap kelompok yang berbeda. Dalam perspektif Islam, hal ini selaras dengan prinsip rahmatan lil 'alamin atau menjadi rahmat bagi semesta alam. Islam menekankan penghormatan timbal balik dan mengakui keberadaan keyakinan lain, meskipun dalam praktiknya sering muncul kritik mengenai eksklusivisme yang dianggap menghambat integrasi sosial.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menyadari pentingnya hal ini melalui Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 yang mendorong pendidikan yang demokratis, non-diskriminatif, dan pluralistik. Namun, tantangan di lapangan tetap ada. Sering kali, lembaga pendidikan Islam dikritik karena dianggap lebih memprioritaskan ajaran doktrinal yang kaku daripada nilai-nilai moral yang inklusif. Fokus yang terlalu sempit pada standar akademik dan pengetahuan agama tanpa pengembangan karakter cenderung mengabaikan kepekaan sosial siswa. Inilah mengapa integrasi wawasan multikultural menjadi sangat krusial; pendidikan harus mampu menjembatani antara isi kurikulum dengan penerapan nyata di dunia yang beragam.

Pendidikan Multikultural sebagai Paradigma, Bukan Sekadar Materi

Penting untuk dipahami bahwa pendidikan multikultural bukanlah sebuah mata pelajaran tambahan yang berdiri sendiri. Sebaliknya, ia adalah sebuah paradigma atau cara pandang yang harus meresap ke dalam seluruh mata pelajaran, termasuk PAI. Terdapat tiga tujuan utama dalam paradigma ini yang saling berkaitan untuk membentuk pribadi siswa yang utuh:

  1. Tujuan Sikap (Attitudinal). Fokus pada penanaman rasa hormat terhadap identitas budaya lain, toleransi, dan kepekaan terhadap perbedaan. Siswa diajak untuk tidak hanya mengenali, tetapi juga menghargai keberadaan orang lain yang berbeda latar belakang.
  2. Tujuan Kognitif (Pengetahuan). Bertujuan meningkatkan kesadaran siswa akan berbagai perspektif budaya dan mengasah keterampilan analitis mereka dalam melihat keragaman. Data menunjukkan bahwa sekitar 70% siswa setuju bahwa kurikulum PAI telah mencakup perspektif budaya yang beragam.
  3. Tujuan Informasi. Membekali siswa dengan pengetahuan praktis untuk komunikasi antarbudaya. Ini sangat penting agar siswa mampu berinteraksi secara efektif dalam masyarakat pluralistik.

Dalam praktiknya di kelas PAI, nilai-nilai ini diwujudkan melalui pengajaran tentang keberagaman dalam ajaran Islam itu sendiri, promosi penghormatan antarumat beragama, kesetaraan gender dengan menyadarkan hak laki-laki dan perempuan, serta mendorong peran aktif siswa dalam masyarakat yang majemuk.

Menengok Realita di Lapangan: Kisah dari Cilegon dan Serang

Sebuah studi mendalam dilakukan di tiga institusi pendidikan di Banten, yaitu SMP Fatahillah Cilegon, SMPN 4 Cilegon, dan MTs Negeri 1 Serang, untuk melihat bagaimana nilai-nilai ini diterapkan. Hasilnya memberikan gambaran yang cukup optimis sekaligus menunjukkan area yang masih perlu diperbaiki.

Di SMP Fatahillah dan SMPN 4 Cilegon, lingkungan sekolah yang didominasi siswa Muslim ternyata tetap memberikan ruang yang setara bagi siswa non-Muslim. Misalnya, siswa Kristen di SMP Fatahillah diberikan pilihan untuk mengikuti pelajaran PAI atau tidak. Menariknya, mereka sering kali memilih untuk ikut serta, yang menunjukkan adanya suasana saling percaya dan keterbukaan. Guru-guru di sana menekankan bahwa materi toleransi telah diajarkan sejak kelas VII dan tidak ada perlakuan diskriminatif terhadap siswa berdasarkan latar belakang agama mereka.

Sementara itu, di MTs Negeri 1 Serang, praktik multikultural terlihat sangat kuat dalam cara mereka menyambut tamu eksternal dan kerja sama antarkelompok. Meskipun merupakan madrasah, sekolah ini tetap menerima siswa dari latar belakang keluarga yang beragam, termasuk mereka yang orang tuanya baru memeluk Islam atau memiliki latar belakang keyakinan lain. Inklusivitas juga terlihat dari kebijakan bagi tamu non-Muslim yang tidak diwajibkan menggunakan kerudung, meskipun disediakan jika mereka ingin memakainya. Penggunaan ruang doa bersama dan penghormatan terhadap variasi praktik ibadah seperti qunut atau tahlil juga menjadi cerminan nyata dari moderasi beragama di lingkungan madrasah.

Analisis Data: Antara Teori dan Praktik Keseharian

Data survei menunjukkan tingkat partisipasi siswa dalam pembelajaran PAI cukup tinggi dan konsisten, berkisar antara 63,9% hingga 65% di ketiga sekolah tersebut. Namun, ada perbedaan mencolok dalam penyampaian materi toleransi. SMPN 4 Cilegon mencatat angka sempurna 100% dalam penyampaian materi toleransi dalam PAI, sementara MTs Negeri 1 Serang berada di angka 54,2%.

Yang menjadi catatan penting adalah bagaimana nilai-nilai ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di MTs Negeri 1 Serang, meskipun angka penyampaian materinya lebih rendah, praktik toleransi dalam kehidupan sehari-hari justru tercatat paling tinggi yakni 56,9%, jauh di atas SMP Fatahillah (12%) dan SMPN 4 Cilegon (3%). Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan di kelas tidak selalu berbanding lurus dengan tindakan nyata, dan ada faktor-faktor lingkungan atau budaya sekolah yang kuat memengaruhi perilaku siswa.

Tantangan lain yang muncul adalah masih adanya laporan mengenai perilaku diskriminatif. Di MTs Negeri 1 Serang, sekitar 75% siswa melaporkan pernah mengalami atau melihat diskriminasi. Hal ini menjadi pengingat bahwa meskipun kebijakan sekolah sudah inklusif, dinamika sosial antar siswa tetap memerlukan pengawasan dan bimbingan yang berkelanjutan agar tujuan pendidikan multikultural dapat tercapai sepenuhnya.

Fondasi Multikultural: Kepercayaan, Pemahaman, dan Rasa Hormat

Mengapa integrasi nilai multikultural ini begitu penting? Ada empat pilar utama yang menjadi alas dari konsep ini. Pertama, kesadaran bahwa hidup dalam perbedaan adalah realitas alami yang tidak bisa dihindari dan harus diterima. Kedua, membangun kepercayaan timbal balik (mutual trust) sebagai modal sosial paling berharga dalam masyarakat. Tanpa rasa percaya, keragaman hanya akan memicu kecurigaan.

Ketiga adalah pemahaman timbal balik (mutual understanding), di mana nilai-nilai yang berbeda seharusnya tidak menjadi sekat, melainkan pelengkap untuk menciptakan hubungan yang dinamis. Terakhir adalah rasa hormat (mutual respect) yang harus dijunjung tinggi dalam setiap interaksi. Nilai-nilai ini tidak hanya membantu membangun masyarakat yang harmonis, tetapi juga mencegah konflik dan mendorong rekonsiliasi jika terjadi perselisihan. Selain itu, pendidikan multikultural dalam PAI juga berperan dalam mempromosikan tanggung jawab sosial global, hak asasi manusia, dan mencegah rasisme.

Strategi Pengembangan Kurikulum yang Inklusif

Untuk mencapai keberhasilan dalam mengintegrasikan nilai-nilai ini, sekolah tidak bisa bekerja secara acak. Dibutuhkan perencanaan matang dari pimpinan sekolah, terutama kepala sekolah, dalam mengembangkan kurikulum yang inklusif, kebijakan penerimaan siswa yang adil, serta pelatihan berkelanjutan bagi guru. Terdapat enam langkah esensial yang dapat diikuti oleh sekolah dalam membangun kurikulum inklusif:

  1. Menyelaraskan Filosofi Kurikulum. Memastikan dasar pemikiran sekolah sejalan dengan tujuan pendidikan multikultural.
  2. Fokus pada Nilai Moral dan Keterampilan Praktis. Kurikulum tidak boleh hanya berisi tumpukan fakta, tetapi harus menekankan pada pengembangan karakter dan kemampuan hidup bermasyarakat.
  3. Memprioritaskan Keragaman dalam Teori Belajar. Mengadopsi teori belajar yang memperhatikan konteks sosial, budaya, dan politik, bukan sekadar psikologi individual.
  4. Menetapkan Tujuan Berdasarkan Realitas Sosial. Pembelajaran harus menjawab tantangan nyata yang dihadapi siswa di masyarakat plural.
  5. Sinergi antara Tujuan dan Evaluasi. Harus ada keselarasan antara apa yang ingin dicapai, materi yang diberikan, dan bagaimana cara menilainya secara holistik.
  6. Mengakomodasi Kebutuhan Individu. Menyadari bahwa setiap siswa unik dan memiliki cara belajar yang berbeda-beda.

Dengan pendekatan yang terstruktur ini, PAI tidak akan lagi terjebak dalam pengajaran yang doktriner, melainkan bertransformasi menjadi pendidikan yang memanusiakan manusia.

Menyongsong Masa Depan Pendidikan Agama yang Moderat

Meskipun langkah-langkah menuju pendidikan yang benar-benar inklusif masih menghadapi berbagai tantangan, hasil studi ini menunjukkan bahwa kemajuan sedang terjadi. Integrasi nilai multikultural dalam PAI telah terbukti mampu meminimalkan konflik, membangun rasa saling percaya, dan menciptakan lingkungan belajar yang harmonis. Keberadaan siswa non-Muslim yang merasa nyaman belajar bersama siswa Muslim di sekolah berbasis Islam adalah bukti nyata bahwa toleransi bukan sekadar wacana.

Ke depan, peran kepemimpinan sekolah yang transformatif dan etis sangat diperlukan untuk terus menjaga semangat inklusivitas ini. Pemanfaatan teknologi digital dan penguatan komunikasi interpersonal guru juga menjadi kunci dalam menghadapi tantangan globalisasi yang semakin kompleks. Pendidikan multikultural tidak seharusnya tergerus oleh arus global; sebaliknya, ia harus mampu mendukung tradisi lokal sambil terus membuka diri pada pertukaran budaya yang kreatif.

Pada akhirnya, menjadikan PAI sebagai sarana pendidikan multikultural adalah investasi jangka panjang bagi Indonesia. Dengan menanamkan nilai-nilai penghormatan, keadilan, dan solidaritas sosial sejak di bangku sekolah, kita sedang menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga mampu menjadi jembatan bagi kedamaian di tengah dunia yang penuh perbedaan.

Daftar Pustaka

Abdullah, A., A. Alim, F. Andriyadi, dan M. Burga. "Application of Multicultural Education in Strengthening Community Solidarity in Indonesia." Jurnal Ilmiah Peuradeun 11, no. 3 (2023): 1173–1198. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v11i3.965.

Aji, T. S., A. Karim, M. Hori, S. Maryati, Nurkholis, M. Sudin, Surono, Jakaria, A. Irfan, dan W. Nurjannah. "The Concept of Togetherness and Its Implications for the Unity of the Society: Study of Elucidation by Quthb." International Journal of Psychosocial Rehabilitation 24, no. 8 (2020): 13800–13808. https://doi.org/10.37200/IJPR/V24I8/PR28136.

Alhashmi, M., dan J. Moussa-Inaty. "Professional Learning for Islamic Education Teachers in the UAE." Journal of Religious Education (2021). https://doi.org/10.1080/01416200.2020.1853046.

Bambacas, M., dan M. Patrickson. "Interpersonal Communication Skills that Enhance Organisational Commitment." Journal of Communication Management 12, no. 1 (2008): 51–72. https://doi.org/10.1108/13632540810854235.

Banks, James A. Cultural Diversity and Education: Foundations, Curriculum, and Teaching. Edisi ke-5. Boston, MA: Pearson/Allyn and Bacon, 2006.

Batugal, M. L. C. "Triumphs and Trials: Probing the Pre-service Teachers’ Practice Teaching Experiences." Universal Journal of Educational Research 8, no. 7 (2020): 2864–2870. https://doi.org/10.13189/ujer.2020.080713.

Bayraktar, S., dan A. Jiménez. "Self-efficacy as a Resource: A Moderated Mediation Model of Transformational Leadership, Extent of Change and Reactions to Change." Journal of Organizational Change Management 33, no. 2 (2020): 301–317. https://doi.org/10.1108/JOCM-12-2018-0368.

Broms, R., dan B. Rothstein. "Religion and Institutional Quality." Comparative Politics 53, no. 2 (2020): 433–449. https://www.jstor.org/stable/26907863.

Brubaker, R. "Populism and Nationalism." Nations and Nationalism 26, no. 1 (2020): 44–66. https://doi.org/10.1111/nana.12522.

Chano, J., C. Tungtawee, dan M. Luo. "Correlation Between Meditation and Religion: Bibliometric Analysis." ASEAN Journal of Religion, Education, and Society 3, no. 1 (2024): 11–22. https://ejournal.bumipublikasinusantara.id/index.php/ajores/article/view/457.

Daniel, C., dan M. Paul. "Broadening Borders to Build Better Schools: Virtual Professional Learning Communities." International Journal of Educational Management 34, no. 2 (2019): 296–314. https://doi.org/10.1108/IJEM-09-2018-0296.

Dreyer, J. S., C. A. M. Hermans, dan J. Dreyer. "Spiritual Character Traits and Leadership in the School Workplace: An Exploration of the Relationship Between Spirituality and School Leadership in Some Private and Religiously Affiliated Schools in South Africa." Koers 79, no. 2 (2014). https://doi.org/10.4102/koers.v79i2.2136.

Eungoo, K., dan H.-J. Hwang. "The Importance of Anonymity and Confidentiality for Conducting Survey Research." Journal of Research and Publication Ethics 4, no. 1 (2023): 1–7. https://doi.org/10.15722/jrpe.4.1.202303.1.

Ezzani, M. D., M. C. Brooks, L. Yang, dan A. Bloom. "Islamic School Leadership and Social Justice: An International Review of the Literature." International Journal of Leadership in Education (2021). https://doi.org/10.1080/13603124.2021.2009037.

Fahrullah, T. A., dan Hazmirullah. "The Arabic Culture, Language, and People in the Perspective of Sundanese Community (Case study of Cibiuk Village/District Community of Garut Regency)." Humanities and Social Sciences Reviews 8, no. 3 (2020): 1011–1022. https://doi.org/10.18510/HSSR.2020.83104.

Fajrussalam, H., A. S. Mansyur, dan Q. Y. Zaqiah. "Gaining Education Character Based on Cultural Sundanese Values: The Innovation of Islamic Education Curriculum in Facing Era Society 5.0." Jurnal Iqra’ : Kajian Ilmu Pendidikan 5, no. 1 (2020): 104–119. https://doi.org/10.25217/ji.v5i1.910.

Fitriani, M. "Islamic Religious Education and Interreligious Tolerance in a Multi-Religious Country: Challenges, Typological Implications, and the Proposed Strategy." Ulumuna 27, no. 1 (2023): 416–448. https://doi.org/10.20414/ujis.v27i1.765.

Foua, A., dan W. Diriwari. "Cultural and Legal Perspectives on Child Protection in the Context of Child Trafficking in Nigeria." Beijing Law Review 11, no. 1 (2020): 11–33. https://doi.org/10.4236/blr.2020.111002.

Guest, G., E. Namey, dan M. Chen. "A Simple Method to Assess and Report Thematic Saturation in Qualitative Research." PLoS ONE 15, no. 5 (2020): 1–17. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0232076.

Hidayat, T., J. Perdana, I. Istianah, A. Saputra, L. Erlina, S. A. S. Saket, dan A. M. A. Al-Gumaei. "Social Media Da’wah Strategy in Implementing Islamic Da’wah." ASEAN Journal of Religion, Education, and Society 3, no. 1 (2024): 51–58. https://ejournal.bumipublikasinusantara.id/index.php/ajores/article/view/467.

Holandyah, M., dan L. Marzulina. "Speaking Challenges in a Life Skill Program for Islamic Boarding School Students: A Case Study." Journal of Education (2022). https://jltr.academypublication.com/index.php/jltr/article/view/3265.

Jeon, K. S., D. L. Passmore, C. Lee, dan W. Hunsaker. "Spiritual Leadership: A Validation Study in a Korean Context." Journal of Management, Spirituality & Religion 10, no. 4 (2013): 342–357. https://doi.org/10.1080/14766086.2013.801026.

Jeynes, William H. "A Meta-Analysis on the Relationship Between Character Education and Student Achievement and Behavioral Outcomes." Education and Urban Society 51, no. 1 (2019): 33–71. https://doi.org/10.1177/0013124517747681.

Karim, Abdul. "Pembaharuan Pendidikan Islam Multikulturalis." Jurnal Pendidikan Agama Islam - Ta’lim 14, no. 1 (2016): 19–35. http://jurnal.upi.edu/taklim/view/3880/pembaharuan-pendidikan-islam-multikulturalis-.html.

Karim, A., A. Agus, N. Nurnilasari, D. Widiantari, F. Fikriyah, R. A. Rosadah, A. Syarifudin, W. Triono, K. Lesmi, dan N. Nurkholis. "A Study on Managerial Leadership in Education: A Systematic Literature Review." Heliyon 9, no. 6 (2023): 1–20. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e16834.

Karim, A., A. Bakhtiar, J. Sahrodi, dan P. H. Chang. "Spiritual Leadership Behaviors in Religious Workplace: The Case of Pesantren." International Journal of Leadership in Education (2022): 1–29. https://doi.org/10.1080/13603124.2022.2076285.

Karim, A., A. Faiz, M. Parhan, A. Gumelar, I. Kurniawaty, I. Gunawan, A. V. Wahyudi, dan A. Suanah. "Managerial Leadership in Green Living Pharmacy Activities for the Development of Students ’ Environmental Care in Elementary Schools." Journal of Critical Reviews 7, no. 13 (2020): 714–719. https://doi.org/10.31838/jcr.07.13.125.

Karim, A., O. Fathurohman, S. Sulaiman, L. Marliani, M. Muhammadun, dan B. Firmansyah. "How do Principals Act as Leaders and Managers in Boarding and Public Schools in Indonesia?" Cogent Education 12, no. 1 (2025): 1–26. https://doi.org/10.1080/2331186X.2024.2445354.

Karim, A., O. Fathurrohman, Muhammadun, W. Saripudin, D. Rahmat, dan F. Mansir. "Altruistic Works, Religion, and Corruption: Kiais’ Leadership to Shape Anti-corruption Values in Pesantren." Cogent Social Science (2023): 1–15. https://doi.org/10.1080/23311886.2023.2238968.

Karim, A., H. Purnomo, F. Fikriyah, dan E. N. Kardiyati. "A Charismatic Relationship: How a Kyai’s Charismatic Leadership and Society’s Compliance are Constructed?" Journal of Indonesian Economy and Business 35, no. 2 (2020): 129–143. https://doi.org/10.22146/jieb.54705.

Karmaker, R., dan R. Rahman. "Female Having Education in the World of Technology Wading Obstacle Facing Religious and Social Barrier." ASEAN Journal of Religion, Education, and Society 3, no. 1 (2023): 23–36. https://ejournal.bumipublikasinusantara.id/index.php/ajores/article/view/459.

Kitur, K., J. Choge, dan E. Tanui. "Relationship Between Principals’ Transformational Leadership Style and Secondary School Students’ Academic Performance in Kenya Certificate of Secondary Education in Bomet County, Kenya." Universal Journal of Educational Research 8, no. 2 (2020): 402–409. https://doi.org/10.13189/ujer.2020.080210.

Kultsum, U., M. Abrar Parinduri, dan A. Karim. "Comparative Studies Between Public and Private Islamic Schools in the Era of Globalization." International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) 11, no. 1 (2022): 421–430. https://doi.org/10.11591/ijere.v11i1.22182.

Lavy, S. "A Review of Character Strengths Interventions in Twenty-First-Century Schools: Their Importance and How They Can be Fostered." Applied Research in Quality of Life 15, no. 2 (2020): 573–596. https://doi.org/10.1007/s11482-018-9700-6.

Li, L., dan Y. Liu. "An Integrated Model of Principal Transformational Leadership and Teacher Leadership That is Related to Teacher Self-efficacy and Student Academic Performance." Asia Pacific Journal of Education 42, no. 4 (2022): 661–678. https://doi.org/10.1080/02188791.2020.1806036.

Li, Z., M. Oljaca, S. F. Firdousi, dan U. Akram. "Managing Diversity in the Chinese Organizational Context: The Impact of Workforce Diversity Management on Employee Job Performance." Frontiers in Psychology 12 (Oktober 2021): 1–17. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.733429.

Liu, B. F., D. Shi, J. K. R. Lim, K. Islam, dan A. L. Edwards. "When Crises Hit Home: How US Higher Education Leaders Navigate Values During Uncertain Times." Journal of Business Ethics (2022). https://doi.org/10.1007/s10551-021-04820-5.

Madakir, M., S. Firdaus, H. Hajam, dan A. Hidayat. "Multicultural Islamic Education of Nurcholis Madjid Perspective: A Literature Review." International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding (2022). https://ijmmu.com/index.php/ijmmu/article/view/3731.

Mamirjonovna, M. M. "Mechanism of Development of Students’ Spiritual Development Following Professional Training." ASEAN Journal of Religion, Education, and Society 3, no. 1 (2024): 1–10. https://ejournal.bumipublikasinusantara.id/index.php/ajores/article/view/397.

Manzoor, F., L. Wei, dan M. Asif. "Intrinsic Rewards and Employee’s Performance with the Mediating Mechanism of Employee’s Motivation." Frontiers in Psychology 12 (Juli 2021): 1–13. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.563070.

Martin, A. "Investigating the Relationships Between Effective Principal Leadership Practices and School Effectiveness as Perceived by Teachers." Journal of Arts & Humanities 10, no. 8 (2021): 7–21. https://doi.org/10.18533/jah.v10i08.2089.

Martinez, C. T., dan C. Scott. "In Search of the Meaning of Happiness Through Flow and Spirituality." The International Journal of Health, Wellness, and Society 4, no. 1 (2014): 37–49. https://doi.org/10.18488/2156-8960/cgp/v04i01/41088.

McSherry, D., dan G. McAnee. "Exploring the Relationship Between Adoption and Psychological Trauma for Children Who are Adopted from Care: A Longitudinal Case Study Perspective." Child Abuse and Neglect 130, pt. 2 (2022). https://doi.org/10.1016/j.chiabu.2022.105623.

Metta, E., R. Abdul, A. Koler, dan E. Geubbels. "Ecological Aspects Shaping child labour in Tanzania’s artisanal and small-scale gold mines: A qualitative inquiry." Heliyon 9, no. 3 (2023). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e14417.

Monteiro, A., C. Leite, M. Coppi, I. Fialho, dan M. Cid. "Education in Emergency: Lessons Learned About School Management Practices and Digital Technologies." Research in Educational Administration and Leadership 8, no. 1 (2023): 223–254. https://doi.org/10.30828/real.1134984.

Muhajir, Muhajir, Umi Kultsum, Moh. Miftachul Choiri, Siti Mustonah, Heramb Kulkarni, dan Abdul Karim. "Integrating Multicultural Values to Foster Tolerance and Inclusivity in Islamic Religious Education." Jurnal Pendidikan Islam 11, no. 1 (2025): 17–32. DOI: 10.15575/jpi.v11i1.44607.

Muijs, D., dan C. Bokhove. Metacognition and Self-regulation: Evidence Review. Education Endowment Foundation, 2020.

Nagel, L. "The Influence of the COVID-19 Pandemic on the Digital Transformation of Work." International Journal of Sociology and Social Policy 40, no. 9–10 (2020): 861–875. https://doi.org/10.1108/IJSSP-07-2020-0323.

Näsman, Y. "The Theory of Caritative Leadership Applied to Education." International Journal of Leadership in Education 21, no. 4 (2018): 518–529. https://doi.org/10.1080/13603124.2017.1349183.

Nguyen, M., S. Kelly, dan J. Bensemann. "Contextual Factors Affecting Corporate Social Responsibility in an Emerging Country: A Conceptual Framework on the Nature of the CSR Concept in Vietnam." Dalam 4th International Conference on CSR, Sustainability, Ethics & Governance (2017): 40–54. https://doi.org/10.1186/s40991-018-0032-5.

OK, A. H., M. Al-Farabi, dan F. Firmansyah. "Internalization of Multicultural Islamic Education Values In High School Students." Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 3, no. 3 (2023): 221–228. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v3i3.265.

Osafo, E., A. Paros, dan R. M. Yawson. "Valence–Instrumentality–Expectancy Model of Motivation as an Alternative Model for Examining Ethical Leadership Behaviors." SAGE Open 11, no. 2 (2021). https://doi.org/10.1177/21582440211021896.

Parhan, M., A. Faiz, A. Karim, R. H. Nugraha, G. E. Subakti, M. Rindu, F. Islamy, N. Budiyanti, A. Fuadin, dan Y. A. Tantowi. "Internalization Values of Islamic Education." International Journal of Psychosocial Rehabilitation 24, no. 8 (2020): 14778–14791. https://doi.org/10.37200/IJPR/V24I8/PR281455.

Parhan, M., S. Syahidin, M. A. Somad, M. Abdulah, dan R. H. Nugraha. "Developing a Contextual Learning Model in Islamic Education to Improve Applicable Knowledge and Foster Knowledge-based Virtues." Jurnal Pendidikan Islam 10, no. 1 (2024): 75–86. https://jurnal.istaz.ac.id/index.php/iiej/article/view/905.

Pires, B., P. B. Kellen, dan M. Ximenes. "Transformational Leadership and Employee Performance: Work Motivation as a Mediator." Journal of Digitainability, Realism & Mastery (DREAM) 2, no. 12 (2023): 228–248. https://doi.org/10.56982/dream.v2i12.177.

Pujaningsih, dan U. Ambarwati. "Self Efficacy Changes in Collaborative Course for Inclusive Education Preservice Teacher." Cakrawala Pendidikan 39, no. 1 (2020): 79–88. https://doi.org/10.21831/cp.v39i1.26669.

Purnomo, H., A. Karim, F. Mansir, dan J. A. Valero-Matas. "Covid-19 Pandemic: Project-based Learning as Interprofessional Learning Model to Improve Student with Special Needs’ Self Efficacy." Sociologia y Tecnociencia 12, no. 2 (2022): 284–306. https://doi.org/10.24197/st.2.2022.284-306.

Rahayu, N. I., M. Muktiarni, dan Y. Hidayat. "An Application of Statistical Testing: A Guide to Basic Parametric Statistics in Educational Research Using SPSS." ASEAN Journal of Science and Engineering 4, no. 3 (2024): 569–582. https://doi.org/10.17509/ajse.v4i3.76092.

Rodríguez, F. M. M., J. M. G. Lozano, P. L. Mingorance, dan J. M. Pérez-Mármol. "Influence of Smartphone Use on Emotional, Cognitive and Educational Dimensions in University Students." Sustainability 12, no. 16 (2020): 1–20. https://doi.org/10.3390/su12166646.

Rohmah, H., S. Rena, dan P. Pahrurraji. "Implementation of Multicultural Education Values in Senior High School." Islamic Education Journal (2023). http://at-tadzkir.pdtii.org/index.php/tadzkir/article/view/29.

Sahrodi, J., dan A. Karim. "Leader Power of Islamic Higher Education Institutions in Improving the Performance of Human Resources Management." Cogent Arts & Humanities 12, no. 1 (2024): 1–15. https://doi.org/10.1080/23311983.2024.2442818.

Situngkir, S., M. I. Salis, dan K. T. Aqila. "Effect of Religion, Gender, and Overconfident Interactions on Investment Decisions Tiar Lina." ASEAN Journal of Religion, Education, and Society 3, no. 1 (2024): 37–50. https://ejournal.bumipublikasinusantara.id/index.php/ajores/article/view/466.

Susilawati, A., A. S. M. Al-Obaidi, A. Abduh, F. S. Irwansyah, dan A. B. D. Nandiyanto. "How to do Research Methodology: From Literature Review, Bibliometric, Step-by-step Research Stages, to Practical Examples in Science and Engineering Education." Indonesian Journal of Science and Technology 10, no. 1 (2025): 1–40. https://doi.org/10.17509/ijost.v10i1.78637.

Syarif, S., F. Abdullah, dan S. Herlambang. "Multiculturalism Among Students in Madrasah: Knowledge, Challenges, and Social Capital." Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam 7, no. 2 (2024): 390–408. https://doi.org/10.31538/nzh.v7i2.4710.

Tomaszewski, L. E., J. Zarestky, dan E. Gonzalez. "Planning Qualitative Research: Design and Decision Making for New Researchers." International Journal of Qualitative Methods 19 (2020): 1–7. https://doi.org/10.1177/1609406920967174.

Usman, H., D. Mulia, dan C. Chairy. "Integrating Trust, Religiosity and Image into Technology Acceptance Model: The Case of the Islamic Philanthropy in Indonesia." Journal of Islamic Marketing (2022). https://doi.org/10.1108/JIMA-01-2020-0020.

Wurdinger, S., J. Haar, R. Hugg, dan J. Bezon. "A Qualitative Study Using Project-based Learning in a Mainstream Middle School." Improving Schools (2007). https://doi.org/10.1177/1365480207078048.

Zhang, J. H., W. C. Zou, dan X. Y. Jiang. "One Religion, Two Tales: Religion and Happiness in Urban and Rural Areas of China." Religions 10, no. 9 (2019): 1–16. https://doi.org/10.3390/rel10090532.

Zhu, H., L. Shen, dan Y. Ren. "How Can Smart City Shape a Happier Life? The Mechanism for Developing a Happiness Driven Smart City." Sustainable Cities and Society (2022). https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2210670722001202.

Admin

Sabda Literasi

Platform yang menawarkan artikel dengan pemikiran filosofis mendalam, koleksi ebook eksklusif dan legal, serta layanan penyelesaian tugas kuliah dan sekolah yang terpercaya.

Rekomendasi Artikel

Produk Kami